Sejumlah Ramuan Mudah dan Murah untuk Memutihkan Selangkangan Gelap
-
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
-
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
-
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
-
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
-
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Sabtu, 02 Januari 2021
Sejumlah Ramuan Mudah dan Murah untuk Memutihkan Selangkangan Gelap
Jumat, 01 Januari 2021
Sejumlah Problem Kesehatan yang Tanpa Disadari Bisa Berdampak pada Kehidupan Ranjang Wanita
Sejumlah Problem Kesehatan yang Tanpa Disadari Bisa Berdampak pada Kehidupan Ranjang Wanita
Kehidupan ranjang yang bergairah dan menyenangkan bisa sangat penting untuk menjaga kegembiraan hati. Hal ini juga sangat penting dalam menjaga tubuh dari berbagai masalah lainnya.
Kehidupan ranjang yang sehat ini bisa sangat dipengaruhi oleh berbagai macam hal. Mulai dari kondisi lingkungan sekitar ketika hendak memulai sesi bercinta hinga kondisi kesehatan bisa sangat mempengaruhi hal ini.
Jumpabet,Situsjumpabet,Linkalternatifjumpabet,Hampir setiap penyakit yang disertai dengan kelelahan, kecemasan, nyeri, atau insomnia bisa berdampak pada kehidupan ranjang seseorang. Masalah hormon seperti hipotiroid, diabetes, atau menopause juga bisa menjadi masalah.
Hormon perlu dalam kondisi tepat di dalam tubuh karena bisa mempengaruhi kepuasan bercinta serta orgasme. Sejumlah pengobatan terhadap masalah kesehatan juga bisa meredupkan hasrat seksual.
Secara garis besar, sejumlah kondisi kesehatan bisa sangat mempengaruhi kepuasan seksual yang kamu miliki. Dilansir dari Prevention, berikut sejumlah masalah kesehatan yang tanpa kamu sadari bisa berdampak pada kehidupan ranjang.
Penyakit Jantung
Penyakit jantung merupakan pembunuh nomor satu pada wanita juga hal yang bisa meredupkan fungsi seksual. Masalah jantung yang dimiliki ini kadang bisa membuat wanita menjadi takut bercinta karena tidak mau detak jantung meningkat akibat hal ini.
Depresi
Depresi dan obat-obatan yang digunakan untuk mengobatinya bisa sangat mempengaruhi libido dan hasrat seksual. Seseorang dengan masalah kesehatan mental lain juga bisa mengalami hal yang menurunkan libido ini termasuk karena obat yang digunakannya.
Multiple Sclerosis
Multiple Sclerosis merupakan penyakit kronis yang bisa menyebabkan masalah saraf serta indera perasa. Pada sebuah penelitian, diketahui bahwa wanita yang mengalami masalah kesehatan ini sebanyak 62 persen kehilangan sensasi genital serta 32 persen tidak bisa mengalami orgasme.
Diabetes
Diabetes bisa mencederai sistem saraf dan sirkulatori yang bisa membuat wanita memiliki risiko libido rendah, kesakitan saat bercinta, serta tidak mampu orgasme. Ketika wanita mengalami diabetes, dia juga menjadi kerap mengalami masalah berupa vagina yang mengering.
Radang Sendi
Masalah radang sendi bisa membuat seseorang jadi kesulitan dalam bergerak dan bercinta. Pada kasus yang parah, seorang wanita bakal sulit untuk membuka kakinya sehingga tidak mungkin bercinta. Pergerakan yang lancar juga bakal sulit untuk dilakukan.
Sejumlah masalah itu bakal sangat mengganggu kehidupan seksualmu. Ketika masalah yang kamu alami sudah sangat parah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasinya.
Rabu, 30 Desember 2020
untuk Proses Reproduksi, Klitoris Wanita Ternyata Juga Bermanfaat
untuk Proses Reproduksi, Klitoris Wanita Ternyata Juga Bermanfaat
Selama ini, klitoris hanya dianggap sebagai salah satu bagian dari vagina semata. Namun, seperti dilansir dari The Health Site, penelitian terbaru mengungkap bahwa klitoris wanita cukup vital untuk proses reproduksi.
Jumpabet,SitusJumpabet,Linkalternatifjumpabet,Hasil penelitian mengungkap bahwa menstimulasi klitoris bisa mengaktifkan otak. Hal ini menyebabkan kombinasi perubahan pada daerah reproduksi wanita yang menyebabkannya siap untuk menerima dan memproses sperma untuk mendapat hasil pembuahan dari sel telur.
Hal ini juga mencakup peningkatan aliran darah vaginal, peningkatan lubrikasi vaginal, serta peningkatan oksigen dan temperatur vaginal. Lebih pentingnya, perubahan posisi serviks, jalur masuk dari uterus.
Perubahan ini menyebabkan serviks menjauh dari kolam air manit dan mencegah air mani berpindah ke uterus dengan cepat. Hal ini membuat sperma menjadi bergerak dan mengaktifkan kesuburan telur.
Klitoris Memiliki 2 Fungsi
Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan pada Clinical Anatomy, terdapat dua fungsi dari klitoris ini. Klitoris memiliki fungsi baik prokreatif (reproduktif) dan rekreatif (kesenangan).
Pada sejumlah negara dan budaya, penghilangan klitoris dilakukan terhadap sejumlah wanita. Hal ini ternyata berdampak tidak hanya pada disabilitas seksual namun juga menimbulkan kemungkinan disabilitas reproduktif.
"Sering banyak didengung-dengungkan orang bahwa fungsi utama klitoris adalah untuk menimbulkan kesenangan seksual, namun saat ini hal tersebut sudah usang," terang peneliti Roy Levin, PhD.
"Perubahan konsep dari kepercayaan seksual yang banyak dipercaya masyarakat serta bukti psikologis kini begitu nyata," tandasnya.
REKOMENDASI :
Selasa, 29 Desember 2020
Hati-hati dengan ancaman menopause dini Jika Tubuhmu terlalu kurus
Hati-hati dengan ancaman menopause dini Jika Tubuhmu terlalu kurus
Siapa yang tidak ingin memiliki bentuk tubuh proporsional? Oleh karenanya setiap orang, baik wanita atau pria rela diet dan olahraga mati-matian untuk memiliki tubuh yang kurus. Tentu saja hal ini bukan motivasi yang benar untuk hidup sehat. Malah bisa menyebabkan tubuh semakin kurus namun tidak sehat.
Jumpabet,Situsjumpabet,Linkalternatifjumpabet,Well, memiliki tubuh yang terlalu kurus nyatanya memang memberikan beberapa efek samping. Salah satunya menurut penelitian yang dilansir dari boldsky.com, mereka yang memiliki tubuh kelewat kurus, terutama bagi wanita, berisiko tinggi untuk kena menopause dini.
Untuk penelitian ini, para peneliti dari US Nurses' Health Study II melakukan tes pada 78.759 wanita di usia pra menopause yang berusia 25 sampai 42 tahun. Hasilnya ditemukan bahwa wanita yang memiliki massa tubuh atau BMI kurang dari 17,5 memiliki risiko untuk menopause dini sebesar 50% dibandingkan dengan mereka yang memiliki BMI 18,5 hingga 22,4.
Lalu apa yang harus kamu lakukan agar kamu terhindar dari risiko ini? Perbanyaklah konsumsi sayur, buah, makanan tinggi kalsium sehat, serta kacang-kacangan. Sebab konsumsi makanan tersebut bisa membuatmu kenyang tanpa kamu perlu khawatir untuk mengalami kegemukan. Makanan ini juga kaya nutrisi yang dibutuhkan tubuh terutama dalam menjaga kesehatan hormonal untuk mengatur masa menopause dan menstruasi wanita.
REKOMENDASI :
Senin, 28 Desember 2020
Benarkah Rutin Bercinta Bisa Bantu Wanita Tunda Terjadinya Menopause ?
Benarkah Rutin Bercinta Bisa Bantu Wanita Tunda Terjadinya Menopause ?
Bercinta merupakan salah satu hal yang bisa bermanfaat bagi kesehatan seorang wanita baik secara fisik dan mental. Penelitian terbaru juga mengungkap bahwa hal ini bisa membantu wanita ketika menghadapi menopause.
Jumpabet,Situsjumpabet,Linkalternatifjumpabet,Wanita yang mendekati menopause dan rutin bercinta cenderung bisa menunda proses tersebut datang lebih cepat. Hal ini ketika dibandingkan dengan wanita yang tidak bergitu aktif bercinta.
Dilansir dari CNA, hal ini diketahui melalui penelitian terbaru yang dipublikasikan pada jurnal Royal Society Open Science. Diketahui bahwa pada wanita yang melakukan hubungan intim setidaknya seminggu sekali mengalami penurunan menopause hingga 28 persen dibanding mereka yang bercinta kurang dari sekali sebulan.
Penelitian menyebut bahwa perbedaan ini merefleksikan respons tubuh terhadap dorongan evolusi.
"Ketika wanita hanya sedikit atau jarang bercinta pada usia paruh baya, maka tubuh tak bakal mendapat petunjuk fisik kemungkinan kehamilan," terang Megan Arnot dan Ruth Mace, peneliti dari University College London.
Pada kondisi ini, dibanding terus mengalami ovulasi, hal ini lebih baik bagi wanita untuk berhenti subur dan memfokuskan energi pada hubungan yang dia miliki. Hal ini ketika dilihat dari perpektif maksimalisasi kebugaran.
Penelitian sebelumnya mencoba melihat mengapa wanita yang menikan mengalami menopause belakangan dibanding yang bercerai atau tidak menikah. Hal ini disebut berhubungan dengan keberadaan feromon pada pria.
Peneliti mencoba mempelajari data dari sekitar 3.000 wanita di Amerika Serikat. Penelitian ini mulai mereka lakukan sejak 1996 dan 1997 hingga bertahun-tahun kemudian.
Rata-rata usia partisipan penelitian adalah 46 tahun. Tidak ada partisipan yang mengalami menopause namun sudah menjelang peri-menopause dengan gejala kecil di awal.
Pada penelitian ini, sekitar 78 persen partisipan menikah atau memiliki pasangan. Sekitar 68 persen di antaranya tinggal dengan pasangan mereka.
Dari pengetahuan diketahui bahwa hubungan antara frekuensi set dan mundurnya menopause tampak secara jelas. Sedangkan penelitian ini menampik anggapan bahwa terdapat feromon pria yang bisa menunda hal ini.
Minggu, 27 Desember 2020
Sejumlah Kondisi yang Terjadi pada Area Kewanitaan Ketika Sudah Menopause
Sejumlah Kondisi yang Terjadi pada Area Kewanitaan Ketika Sudah Menopause
Rabu, 09 Desember 2020
Pakai Kondom saat Bercinta Kurangi Kepuasan
Pakai Kondom saat Bercinta Kurangi Kepuasan
Beberapa pasangan suami istri mengaku enggan memakai kondom saat Bercinta
Termasuk Anda? Pertimbangan mereka adalah berkurangnya kenikmatan bercinta. Benarkah demikian?
Seksolog klinis atau psikolog seksual Zoya Amirin pun angkat bicara. Berdasarkan penelitian yang pernah dikerjakannya kepada kurang lebih seratus pria, memang banyak yang mengatakan bahwa mereka takut menggunakan kondom karena nantinya akan ada gangguan atau halangan yang dirasakan saat penetrasi.
Namun yang perlu digarisbawahi, ketakutan tersebut justru muncul sebelum dicoba.
Jumpabet,SitusJumpabet,Linkalternatifjumpabet,“Banyak sekali orang bilang enggak suka pakai kondom karena kurang enak. Tapi mereka sebenarnya belum coba. Mereka hanya dengar dari kata orang dan jadinya tidak merasakan sendiri,” katanya dalam live Instagram bersama @halodkt pada Sabtu, 20 Juni 2020.
Menurut Zoya, pendapat tersebut harusnya dipatahkan. Terlebih di zaman yang semakin modern dengan kemajuan teknologi, kondom pun telah diciptakan sesuai dengan kebutuhan. Contohnya saja sudah ada berbagai varian rasa kondom bak makanan. Bentuk dari kondom sendiri berbeda-beda.
“Sekarang banyak sekali kondom yang bergerigi dan agak grenjel seperti bulat-bulat. Berdasarkan penelitian saya juga kepada para wanita, kondom yang demikian justru bisa menambahkan kenikmatan di vagina karena ada variasi tersendiri,” jelasnya.
Lebih dari itu, kondom sendiri memiliki dua fungsi utama lainnya yang sudah tidak diragukan lagi, yakni mencegah kehamilan dan penularan penyakit menular seksual. Tentunya dengan menggunakan kondom, pasangan pun akan menjadi lebih nyaman dan fleksibel dalam mengeksplorasi diri lantaran adanya rasa aman.
Ketika pasangan yang menggunakan kondom merasa terlindungi dari segala risiko yang tidak diinginkan, mereka pasti menjadi lebih leluasa untuk berhubungan seksual.
"Akhirnya apa? Kepuasan juga. Jadi sekarang jangan pernah mengecap kondom dengan konotasi yang tidak baik apalagi belum pernah mencoba. Baiknya rasakan dulu baru buktikan sendiri,” tandasnya.
REKOMENDASI :







